8 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Paspor di Umurmu yang 20-an

8 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Paspor di Umurmu yang 20-an

Di usiamu yang 20-an, peluang untuk menjelajahi dunia begitu terbuka. Ada tidak sedikit cara yang dapat kamu tempuh, dari beasiswa S-2, program au pair, sampai visa work and holiday yang ditujukan khusus guna anak muda Indonesia. Kesempatan ini paling sayang andai dilewatkan. Apalagi andai kamu belum terikat keharusan rumah tangga atau tuntutan yang menumpuk dari dunia kerja.

Banyak guna yang dapat kamu dulang dari mempunyai paspor semenjak sekarang. Menurut Agen Bola Indonesia Terpercaya bahkan, walau anda sebenarnya masih belum tahu ke mana paspor tersebut akan anda gunakan. Percayalah, inginkan pergi bulan depan atau masih tiga tahun lagi, punya paspor suatu ketika nanti bakal sangat anda syukuri!

8 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Paspor di Umurmu yang 20-an
8 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Paspor di Umurmu yang 20-an

1. Kans pergi ke luar negeri dapat datang tanpa permisi. Kalau telah ada paspor, kamu dapat memanfaatkan kans ini tanpa mesti menggila dulu di kantor imigrasi

“Dear student,

This is to inform you that you have been selected to participate in the XXth International Student Conference on XYZ, organized by the student association of Australian National University. We expect to welcome you in Canberra next week!”

Pernahkah anda menerima kabar bahwa software beasiswa, konferensi ilmiah, atau software riset tingkat mahasiswamu diterima oleh pihak penyelenggara pekerjaan di luar negeri? Kabar tersebut tak tidak jarang kali datang tepat waktu. Kadang, panitia baru memberikanmu konfirmasi sejumlah minggu bahkan sejumlah hari sebelum acara dilaksanakan.

Jika anda tidak punya paspor, pengumuman yang seketika dari pihak penyelenggara pekerjaan tentu bakal membuatmu kelimpungan. Mungkin mereka memang menyediakan ongkos untuk tiket pesawat dan akomodasi sekitar di sana, tapi anda bahkan tidak punya dokumen yang diperlukan untuk berangkat. Bukannya langsung mengurus visa di kedutaan, anda masih mesti lebih dahulu ke kantor imigrasi untuk menciptakan paspor.

Kamu masih mesti menantikan paling cepat 3 hari sebelum paspor barumu keluar. Kalau anda sudah mesti berangkat minggu depannya, gimana dong? Bisa-bisa peluang ke luar negeri dengan diongkosi jadi sirna karena kamu gak punya paspor.

2. Banyak maskapai penerbangan yang teratur mengobral tiket promosi. Kadang, tiket ini hanya dapat dibeli andai paspor telah dikantongi.

Untuk unik animo masyarakat, tidak sedikit maskapai penerbangan yang menawarkan tiket promosi besar-besaran. Bayangkan aja, guna ke tempat laksana Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam, kamu melulu perlu merogoh kocek mulai dari Rp. 500 perak. Beli tiket pesawat udah kayak beli kerupuk di warteg.

Yang tricky, sejumlah maskapai mengharuskan anda memasukkan nomor paspor sebagai di antara syarat melakukan pembelian tiket. Ada pun sih perusahaan yang memaklumi calon pembeli yang belum punya paspor, sehingga anda dibolehkan meng-enter nomor KTP saja. Tapi bila ada masalah dalam mengurus paspormu nanti — contohnya saja paspormu terlambat jadi, atau namamu di paspor tidak sama dengan namamu di data online booking tiket — tiket yang sudah anda kantongi itu dapat hangus! Duh, sayang banget dong bila begini juntrungannya?

3. Membuatnya pun sebetulnya tidak mahal, lumayan 300.000 guna paspor biasa 48 halaman dan 600.000 guna e-paspor

Membuat paspor sebenarnya melulu butuh ongkos Rp. 300.000 saja. Dengan ini anda sudah dapat mendapatkan paspor biasa yang mempunyai 48 halaman. Kalau hendak yang melulu punya 24 halaman saja, ongkos yang mesti anda keluarkan bahkan lebih murah. Berdasarkan keterangan dari yang tercantum di Kantor Imigrasi Jakarta Timur, kamu melulu perlu mengeluarkan ongkos Rp. 100.000.

Kadang terdapat petugas yang menyarankanmu guna apply paspor 48 halaman sebab paspor 24 halaman tersebut “khusus guna TKI”. Tapi ini sebetulnya tidak tepat, sebab sebenarnya anda punya hak guna memilih jumlah halaman paspormu. Lagipula, paspor TKI tersebut sebenarnya terdapat sendiri.

Kamu juga dapat mempunyai e-paspor, yang punya chip di dalamnya. Biaya guna ini ialah Rp. 600.000 guna 48 halaman. Nah, bila kamu mengejar peluang bebas visa guna ke Jepang, buatlah e-paspor — karena kemudahan bebas visa tersebut nantinya melulu berlaku untuk pemilik e-paspor saja.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *